“Potret Mahasiswa Baru FEBI 2021–2026”

Padangsidimpuan, 2 September 2026 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN SYAHADA) Padangsidimpuan menunjukkan peran yang semakin penting dalam memberikan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi. Hal tersebut tergambar dari rangkuman data penerimaan mahasiswa baru selama lima tahun akademik, mulai Tahun Akademik 2021/2022 hingga 2025/2026.

Berdasarkan data penerimaan mahasiswa baru yang dihimpun melalui Sistem Informasi Akademik (SIAKAD), tercatat sebanyak 1.339 mahasiswa baru dalam kurun waktu lima tahun tersebut. Data tersebut diklasifikasikan berdasarkan profesi atau pekerjaan orang tua mahasiswa.

Namun demikian, data profesi orang tua tidak sepenuhnya menggambarkan jumlah keseluruhan mahasiswa baru yang diterima setiap tahunnya. Perbedaan tersebut terjadi karena tidak seluruh mahasiswa mengisi kolom pekerjaan atau profesi orang tua pada sistem SIAKAD. Oleh karena itu, data profesi orang tua lebih tepat dipahami sebagai gambaran karakteristik sosial-ekonomi mahasiswa berdasarkan data yang berhasil terinput.

Petani Menjadi Latar Belakang Profesi Orang Tua yang Paling Dominan

Dari keseluruhan data yang tersedia, mahasiswa baru FEBI paling banyak berasal dari keluarga dengan profesi orang tua sebagai petani, yakni sebanyak 667 mahasiswa atau sekitar 49,81 persen dari total data profesi orang tua yang tercatat.

Angka tersebut menunjukkan bahwa hampir separuh mahasiswa baru FEBI berasal dari keluarga petani. Kondisi ini sekaligus memperlihatkan kuatnya hubungan FEBI dengan masyarakat agraris di wilayah Tapanuli Bagian Selatan dan daerah sekitarnya.

Dominasi mahasiswa dari keluarga petani juga menjadi gambaran bahwa pendidikan tinggi bidang ekonomi dan bisnis Islam memiliki daya tarik yang kuat bagi masyarakat pedesaan dan sektor pertanian. Pendidikan di FEBI tidak hanya dipandang sebagai sarana memperoleh gelar akademik, tetapi juga sebagai bekal untuk meningkatkan kemampuan ekonomi, kewirausahaan, pengelolaan usaha, serta pengembangan potensi ekonomi masyarakat.

Sektor Usaha dan Swasta Juga Menunjukkan Kontribusi Signifikan

Selain keluarga petani, kelompok profesi pengusaha/wirausaha menempati posisi berikutnya dengan jumlah 164 mahasiswa atau 12,25 persen.

Besarnya jumlah mahasiswa yang berasal dari keluarga pengusaha dan wirausaha menunjukkan bahwa bidang ekonomi, bisnis, perbankan, manajemen, dan kewirausahaan semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat. Latar belakang keluarga pelaku usaha juga dapat menjadi modal sosial bagi mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan akademik sekaligus menerapkannya dalam aktivitas ekonomi.

Selanjutnya, mahasiswa yang berasal dari keluarga karyawan swasta tercatat sebanyak 153 mahasiswa atau 11,43 persen. Sementara itu, kelompok pedagang mencapai 139 mahasiswa atau 10,38 persen.

Jika ketiga kelompok tersebut—pengusaha/wirausaha, karyawan swasta, dan pedagang—digabungkan, terlihat bahwa sektor usaha, perdagangan, dan dunia kerja swasta memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap komposisi mahasiswa baru FEBI.

Hal tersebut semakin memperkuat posisi FEBI sebagai fakultas yang memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan dunia usaha dan perekonomian masyarakat.

Keberagaman Latar Belakang Sosial Ekonomi

Selain empat kelompok profesi terbesar tersebut, mahasiswa baru FEBI juga berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan orang tua lainnya.

Data mencatat 66 mahasiswa berasal dari keluarga buruh, 59 mahasiswa dari keluarga PNS non-guru, 41 mahasiswa dari keluarga nelayan, serta 32 mahasiswa dari keluarga PNS guru/dosen.

Sementara itu, terdapat 10 mahasiswa yang berasal dari keluarga guru/dosen non-PNS dan 8 mahasiswa dari keluarga TNI/Polri.

Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa FEBI UIN SYAHADA Padangsidimpuan menjadi ruang pendidikan yang terbuka bagi masyarakat dari berbagai kelompok profesi. Mahasiswa datang dengan latar belakang sosial-ekonomi yang beragam, tetapi memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan dan mengembangkan kompetensi di bidang ekonomi dan bisnis Islam.

Dinamika Jumlah Mahasiswa Baru Lima Tahun

Berdasarkan data jumlah mahasiswa baru, FEBI mencatat dinamika penerimaan mahasiswa baru dari tahun ke tahun.

Pada Tahun Akademik 2021/2022, tercatat sebanyak 343 mahasiswa baru. Jumlah tersebut meningkat menjadi 388 mahasiswa pada Tahun Akademik 2022/2023, sekaligus menjadi jumlah penerimaan tertinggi dalam periode lima tahun berdasarkan data yang tersedia.

Pada Tahun Akademik 2023/2024, jumlah mahasiswa baru tercatat sebanyak 296 mahasiswa. Selanjutnya, pada Tahun Akademik 2024/2025, tercatat 73 mahasiswa, sebelum kembali meningkat menjadi 239 mahasiswa pada Tahun Akademik 2025/2026.

Dengan demikian, total mahasiswa baru yang tercatat selama lima tahun akademik tersebut mencapai 1.339 mahasiswa.

Gambaran Data Penerimaan Mahasiswa Baru FEBI

Sementara berdasarkan profesi orang tua, komposisinya menunjukkan bahwa keluarga petani menjadi kelompok terbesar, kemudian diikuti pengusaha/wirausaha, karyawan swasta, pedagang, buruh, PNS, nelayan, guru/dosen, serta TNI/Polri.

Menegaskan Peran FEBI dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Komposisi tersebut memberikan gambaran penting mengenai karakteristik mahasiswa FEBI UIN SYAHADA Padangsidimpuan. Dominasi mahasiswa dari keluarga petani, pedagang, dan pelaku usaha menunjukkan bahwa pendidikan ekonomi dan bisnis Islam memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan ekonomi masyarakat.

Kehadiran FEBI diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan ekonomi masyarakat. Mahasiswa dibekali pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam berbagai sektor, mulai dari perbankan syariah, ekonomi syariah, manajemen bisnis, akuntansi syariah, manajemen keuangan, hingga bisnis digital.

Keberagaman latar belakang mahasiswa juga menjadi kekuatan tersendiri dalam menciptakan lingkungan akademik yang dinamis. Interaksi mahasiswa yang berasal dari keluarga petani, pengusaha, pedagang, karyawan, aparatur negara, nelayan, maupun profesi lainnya dapat memperkaya perspektif dalam proses pembelajaran.

Menuju FEBI yang Semakin Inklusif dan Berdaya Saing

Data penerimaan mahasiswa baru selama lima tahun terakhir menjadi salah satu indikator bahwa FEBI UIN SYAHADA Padangsidimpuan memiliki peran strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi di bidang ekonomi dan bisnis Islam.

Dengan visi menjadi pusat pengembangan ekonomi dan bisnis Islam berbasis teoantropoekosentris dan berkontribusi di tingkat internasional, FEBI terus berupaya menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman, kebutuhan dunia kerja, serta tantangan ekonomi masyarakat.

Ke depan, data mahasiswa dan karakteristik sosial-ekonomi mahasiswa dapat menjadi bahan evaluasi dan perencanaan strategis fakultas, khususnya dalam menyusun program akademik, pengembangan kemahasiswaan, beasiswa, penguatan kewirausahaan, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Pada akhirnya, angka 1.339 mahasiswa baru selama lima tahun bukan sekadar statistik penerimaan mahasiswa. Data tersebut menggambarkan kepercayaan masyarakat terhadap FEBI UIN SYAHADA Padangsidimpuan sekaligus menunjukkan besarnya potensi generasi muda dari berbagai latar belakang untuk tumbuh menjadi sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam.

FEBI UIN SYAHADA Padangsidimpuan — dari masyarakat, untuk mencetak generasi ekonomi yang unggul, berdaya saing, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.