Prodi Akuntansi Syariah FEBI UIN SYAHADA Dampingi Usaha Tani Desa Pasir Matogu Terapkan Akuntansi Syariah Berbasis Digital

Padangsidimpuan, 20 September 2026 — Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN SYAHADA) Padangsidimpuan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Ketua Program Studi Akuntansi Syariah, Nando Farizal, M.E., bersama tim dosen, dengan mengangkat tema “Pendampingan Implementasi Akuntansi Syariah Berbasis Platform Digital pada Usaha Tani untuk Meningkatkan Akuntabilitas Keuangan dan Kemandirian Ekonomi Desa.”

Kegiatan PkM ini dilaksanakan pada 16 & 22 Agustus 2026, bertempat di Desa Pasir Matogu, Kecamatan Angkola Muaratais, Kabupaten Tapanuli Selatan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya FEBI UIN SYAHADA untuk menghadirkan pengetahuan dan keterampilan akademik yang dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam pengelolaan usaha tani dan keuangan desa.

Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan atas persetujuan Rektor UIN SYAHADA Padangsidimpuan, Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, M.Ag., serta atas izin Dekan FEBI UIN SYAHADA, Prof. Dr. H. Fatahuddin Aziz Siregar, M.Ag. Dukungan pimpinan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong pelaksanaan kegiatan pengabdian yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, tim PkM memberikan pendampingan kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha tani, mengenai pentingnya pencatatan dan pengelolaan keuangan secara tertib, transparan, dan mudah dipantau. Pendampingan diarahkan pada pengenalan akuntansi syariah yang dipadukan dengan pemanfaatan platform digital, sehingga masyarakat dapat melakukan pencatatan transaksi usaha secara lebih sederhana dan sistematis.

Selama ini, sebagian pelaku usaha tani masih menghadapi berbagai tantangan dalam memisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi, mencatat pemasukan dan pengeluaran, menghitung keuntungan, serta menyusun laporan keuangan sederhana. Kondisi tersebut dapat menyulitkan pelaku usaha dalam mengetahui perkembangan usaha secara pasti.

Melalui PkM ini, masyarakat diberikan pemahaman bahwa pencatatan keuangan tidak hanya diperlukan oleh perusahaan besar, tetapi juga sangat penting bagi usaha tani dan usaha masyarakat di tingkat desa. Dengan pencatatan yang baik, masyarakat dapat mengetahui berapa modal yang digunakan, berapa biaya yang dikeluarkan, berapa hasil yang diperoleh, serta bagaimana kondisi keuangan usaha dari waktu ke waktu.

Pendekatan akuntansi syariah juga diarahkan untuk membangun budaya pengelolaan keuangan yang mengedepankan kejujuran, keterbukaan, keadilan, tanggung jawab, dan amanah. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dengan kehidupan masyarakat desa karena pengelolaan usaha bukan hanya berkaitan dengan keuntungan, tetapi juga bagaimana kegiatan ekonomi dilakukan secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pemanfaatan platform digital dalam pencatatan keuangan menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan pendampingan. Dengan dukungan teknologi, pencatatan transaksi diharapkan tidak lagi dianggap sebagai pekerjaan yang rumit. Masyarakat dapat mulai melakukan pencatatan secara lebih praktis, sehingga data keuangan usaha dapat tersimpan dengan lebih teratur dan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi.

Ketua Program Studi Akuntansi Syariah FEBI UIN SYAHADA, Nando Farizal, M.E., bersama tim menekankan bahwa kegiatan PkM bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha tani membangun kebiasaan mencatat setiap transaksi, mengelola keuangan secara lebih terarah, serta mengambil keputusan usaha berdasarkan kondisi keuangan yang nyata. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memiliki kemampuan menghasilkan pendapatan, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola pendapatan dan modal usaha secara lebih baik.

Dampak Positif bagi Masyarakat dan Desa

Pelaksanaan PkM Prodi Akuntansi Syariah ini diharapkan memberikan dampak positif bagi Desa Pasir Matogu, terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tata kelola keuangan usaha. Pengelolaan keuangan yang lebih tertib dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi usaha secara lebih jelas dan menjadi dasar dalam merencanakan pengembangan usaha di masa mendatang.

Selain itu, penerapan pencatatan keuangan berbasis digital dapat menjadi langkah awal dalam mendorong masyarakat desa untuk semakin terbiasa memanfaatkan teknologi dalam kegiatan ekonomi. Digitalisasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi usaha tani untuk berkembang secara lebih mandiri, efisien, dan terukur.

Dari sisi desa, peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha juga dapat mendukung terbentuknya ekosistem ekonomi lokal yang lebih sehat. Ketika pelaku usaha mampu mengelola keuangannya dengan baik, keberlanjutan usaha dapat lebih terjaga dan potensi ekonomi desa dapat dikembangkan secara bertahap.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Ilmu yang diperoleh di lingkungan akademik tidak berhenti di ruang kelas, tetapi diterapkan melalui pendampingan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Bagi FEBI UIN SYAHADA, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperluas kontribusi akademik melalui program pengabdian yang berbasis pada kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara dosen, masyarakat, dan pemerintah desa diharapkan dapat menciptakan proses pembelajaran dua arah, di mana perguruan tinggi memberikan pengetahuan dan masyarakat memberikan pengalaman serta persoalan nyata yang menjadi bahan pengembangan keilmuan.

Ke depan, pendampingan semacam ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat dilanjutkan melalui pembinaan dan evaluasi sehingga masyarakat benar-benar mampu menerapkan pencatatan keuangan berbasis digital secara mandiri.

Melalui kegiatan PkM tersebut, Prodi Akuntansi Syariah FEBI UIN SYAHADA Padangsidimpuan menegaskan bahwa penguatan literasi akuntansi dan digitalisasi keuangan dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan pengelolaan keuangan yang lebih tertib, transparan, dan sesuai nilai-nilai syariah, usaha tani di tingkat desa diharapkan mampu berkembang secara berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi Desa Pasir Matogu.