Dari Sawah hingga Dunia Usaha, Inilah Latar Belakang Mahasiswa Baru FEBI UIN SYAHADA
Padangsidimpuan — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN SYAHADA) Padangsidimpuan mencatat penerimaan sebanyak 1.339 mahasiswa baru selama lima tahun akademik, mulai dari 2021/2022 hingga 2025/2026.
Data tersebut merupakan rangkuman penerimaan mahasiswa baru berdasarkan profesi atau pekerjaan orang tua yang tercatat dalam Sistem Informasi Akademik (SIAKAD). Statistik ini memberikan gambaran mengenai latar belakang sosial ekonomi keluarga mahasiswa yang memilih FEBI sebagai tempat melanjutkan pendidikan tinggi.
Namun, data profesi orang tua tersebut perlu dibaca secara proporsional. Jumlah yang tercatat dalam kategori profesi dapat berbeda dengan keseluruhan data mahasiswa baru karena belum semua mahasiswa mengisi kolom pekerjaan atau profesi orang tua pada SIAKAD. Dengan demikian, data ini lebih tepat dipahami sebagai gambaran berdasarkan isian profesi orang tua yang tersedia.
Petani Menjadi Latar Belakang Profesi yang Dominan
Berdasarkan data yang dihimpun, mahasiswa baru FEBI paling banyak berasal dari keluarga petani. Tercatat sebanyak 667 mahasiswa atau sekitar 49,81% dari total 1.339 mahasiswa berdasarkan perhitungan terhadap keseluruhan jumlah mahasiswa baru.
Posisi berikutnya ditempati oleh mahasiswa dari keluarga pengusaha atau wirausaha, sebanyak 164 mahasiswa (12,25%). Selanjutnya, terdapat 153 mahasiswa (11,43%) dari keluarga karyawan swasta dan 139 mahasiswa (10,38%) dari keluarga pedagang.
Komposisi ini menunjukkan bahwa FEBI tidak hanya menjadi pilihan bagi masyarakat yang bekerja di sektor formal, tetapi juga memiliki keterkaitan yang kuat dengan masyarakat yang menggantungkan kehidupan ekonominya pada sektor pertanian, perdagangan, dan kewirausahaan.
Rincian Profesi Orang Tua Mahasiswa Baru
| Profesi Orang Tua | Jumlah | Persentase |
| Petani | 667 | 49,81% |
| Pengusaha/Wirausaha | 164 | 12,25% |
| Karyawan Swasta | 153 | 11,43% |
| Pedagang | 139 | 10,38% |
| Buruh | 66 | 4,93% |
| PNS Non Guru | 59 | 4,41% |
| Nelayan | 41 | 3,06% |
| PNS Guru/Dosen | 32 | 2,39% |
| Guru/Dosen Non PNS | 10 | 0,75% |
| TNI/POLRI | 8 | 0,60% |
| Total | 1.339 | 100% |
Persentase dihitung berdasarkan total 1.339 mahasiswa baru. Angka pada tabel disesuaikan dengan total data mahasiswa yang diberikan.
Penerimaan Mahasiswa Baru dari Tahun ke Tahun
Selama periode lima tahun akademik, jumlah mahasiswa baru FEBI tercatat mengalami perubahan. Tahun Akademik 2022/2023 menjadi periode dengan jumlah penerimaan tertinggi, yakni 388 mahasiswa, sedangkan jumlah terendah tercatat pada Tahun Akademik 2024/2025, yaitu 73 mahasiswa.
| Tahun Akademik | Jumlah Mahasiswa Baru |
| 2021/2022 | 343 |
| 2022/2023 | 388 |
| 2023/2024 | 296 |
| 2024/2025 | 73 |
| 2025/2026 | 239 |
| Total | 1.339 |
Data tersebut memperlihatkan bahwa penerimaan mahasiswa baru FEBI mengalami dinamika dari tahun ke tahun. Meskipun jumlah penerimaan tidak selalu sama, keberadaan mahasiswa dari berbagai latar belakang pekerjaan orang tua menunjukkan bahwa FEBI terus menjadi bagian penting dalam membuka akses pendidikan tinggi di bidang ekonomi dan bisnis Islam.
Mencerminkan Keberagaman Latar Belakang Sosial Ekonomi
Dominasi mahasiswa yang berasal dari keluarga petani menjadi salah satu gambaran penting dalam data penerimaan ini. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan ekonomi dan bisnis Islam memiliki relevansi yang kuat bagi masyarakat agraris, khususnya dalam pengembangan kemampuan mengelola usaha, meningkatkan produktivitas, serta memahami prinsip-prinsip ekonomi yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Sementara itu, kehadiran mahasiswa dari keluarga pengusaha, pedagang, dan karyawan swasta memperlihatkan bahwa FEBI juga menjadi pilihan bagi masyarakat yang bergerak di sektor perdagangan, jasa, dan dunia usaha. Latar belakang tersebut dapat menjadi modal sosial yang memperkaya proses pembelajaran, terutama dalam diskusi mengenai kewirausahaan, manajemen, keuangan, perbankan syariah, dan bisnis digital.
Adapun mahasiswa yang berasal dari keluarga buruh, nelayan, PNS, guru/dosen, serta TNI/Polri mencerminkan keberagaman kondisi sosial ekonomi keluarga mahasiswa. Keberagaman ini menjadi bagian dari realitas pendidikan tinggi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai lingkungan untuk berkembang melalui ilmu pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman akademik.
FEBI Terus Memperluas Akses Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Islam
Secara umum, rangkuman penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2021/2022 hingga 2025/2026 memperlihatkan bahwa FEBI UIN SYAHADA Padangsidimpuan memiliki peran strategis dalam menyediakan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat dari berbagai latar belakang profesi.
Dengan jumlah 1.339 mahasiswa baru selama lima tahun, FEBI tidak hanya menjadi ruang pengembangan keilmuan di bidang ekonomi dan bisnis Islam, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tengah masyarakat. Mahasiswa yang berasal dari keluarga petani, pelaku usaha, pedagang, pekerja swasta, aparatur negara, hingga profesi lainnya memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja serta dunia usaha.
Ke depan, data penerimaan mahasiswa baru dapat menjadi bahan evaluasi dan perencanaan bagi fakultas, terutama dalam merancang strategi promosi, penguatan layanan akademik, pengembangan program studi, serta penyusunan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Catatan redaksional: Pada narasi awal terdapat persentase 42,03% untuk petani, sedangkan bagian interpretasi mencantumkan 49,81%. Berdasarkan total 667 mahasiswa dari 1.339 mahasiswa, persentase yang benar adalah 49,81%. Persentase profesi lainnya dalam berita ini juga telah disesuaikan dengan total 1.339 mahasiswa agar konsisten.

