Prodi Ekonomi Syariah FEBI UIN Syahada Perkuat Ketahanan Ekonomi Masyarakat Pesisir melalui PkM Internasional
Padangsidimpuan, 14 September 2026 — Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan turut berkontribusi dalam kegiatan International Community Service (Pengabdian kepada Masyarakat Internasional) bertema “Resilience of Fisherman and Coastal MSMEs in Southern East Java”.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 8 September 2026, tersebut berlangsung di Pantai Sine, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. PkM ini menjadi wadah kolaborasi akademisi dari berbagai perguruan tinggi Islam di Indonesia dalam membahas penguatan ekonomi masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Keterlibatan Prodi Ekonomi Syariah FEBI UIN Syahada Padangsidimpuan dalam kegiatan ini dikomandoi oleh Sry Lestari, M.E., bersama tim dosen. Keikutsertaan tersebut merupakan bagian dari komitmen program studi dalam mengembangkan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan persoalan ekonomi, sekaligus memperluas jejaring akademik dan kerja sama lintas perguruan tinggi.
Kegiatan ini dilaksanakan atas izin Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan, Prof. Dr. H. Sumper Mulia Harahap, serta mendapat persetujuan Dekan FEBI UIN Syahada Padangsidimpuan, Prof. Dr. H. Fatahuddin Aziz Siregar, M.Ag. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong keterlibatan sivitas akademika FEBI pada kegiatan pengabdian yang memiliki cakupan nasional dan internasional.
Menguatkan Ekonomi Pesisir melalui Perspektif Syariah
International Community Service ini diselenggarakan melalui kolaborasi konsorsium Program Studi Ekonomi Syariah bersama asosiasi program studi dan jurusan ekonomi syariah di Indonesia. Kegiatan tersebut mempertemukan akademisi, praktisi industri keuangan, pakar internasional, serta pengelola wisata lokal untuk membahas tantangan dan peluang pengembangan ekonomi masyarakat pesisir.
Diskusi yang dimoderatori oleh Dr. Nuril Hidayati, M.Ag., dari UIN Kediri, menghadirkan sejumlah perspektif penting, mulai dari literasi keuangan syariah, pengembangan UMKM halal, dukungan perbankan syariah, hingga penerapan konsep blue economy atau ekonomi biru.
Bagi Prodi Ekonomi Syariah FEBI UIN Syahada Padangsidimpuan, isu tersebut memiliki relevansi kuat dengan pengembangan ekonomi Islam yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kapasitas usaha lokal.
Literasi Keuangan Syariah bagi Nelayan dan Pelaku UMKM
Salah satu pembahasan utama dalam kegiatan ini adalah pentingnya literasi keuangan syariah bagi masyarakat pesisir. Materi tersebut disampaikan oleh Binti Nur Asiyah, Ketua Umum APSESI sekaligus Kaprodi S2 Ekonomi Syariah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Dalam pemaparannya, dibahas pemanfaatan akad wadi’ah sebagai salah satu instrumen dalam layanan keuangan syariah. Akad ini dapat dipahami masyarakat sebagai bentuk penitipan dana yang memberikan rasa aman dalam menyimpan pendapatan, termasuk hasil usaha maupun pendapatan dari aktivitas kelautan.
Pembahasan tersebut menjadi penting karena masyarakat pesisir menghadapi pola pendapatan yang tidak selalu tetap. Dengan pemahaman keuangan yang lebih baik, masyarakat diharapkan mampu mengelola pendapatan, menyusun kebutuhan usaha, serta membangun kebiasaan menabung dan merencanakan keuangan secara lebih terarah.
Dalam konteks pengabdian Prodi Ekonomi Syariah FEBI UIN Syahada, literasi keuangan syariah dipandang sebagai salah satu pendekatan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan melalui edukasi yang sederhana, praktis, dan sesuai dengan kondisi masyarakat.
Perbankan Syariah dan Penguatan Pembiayaan Usaha
Dukungan sektor industri juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Pimpinan Bank Syariah Indonesia (BSI) Tulungagung, Bapak Fazli bersama tim, menyampaikan komitmen perbankan syariah dalam memfasilitasi kebutuhan finansial masyarakat pesisir.
Layanan yang diperkenalkan mencakup tabungan, investasi, serta pembiayaan yang dapat mendukung aktivitas perdagangan ikan dan pengembangan UMKM lokal. Kehadiran sektor perbankan diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat mengenai pilihan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan usaha dan prinsip syariah.
Bagi akademisi Ekonomi Syariah, sinergi antara perguruan tinggi, industri keuangan, dan masyarakat merupakan langkah strategis untuk menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan ekonomi yang dihadapi secara langsung di lapangan.
Sertifikasi Halal sebagai Penguat Daya Saing UMKM
Selain literasi keuangan, kegiatan ini juga membahas pentingnya standardisasi dan sertifikasi halal bagi produk UMKM pesisir. Materi tersebut disampaikan oleh Mira Ustanti dari UIMSYA Banyuwangi.
Sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan ketentuan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi nilai tambah bagi produk UMKM. Produk yang memiliki jaminan halal berpotensi meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing usaha.
Pembahasan ini sejalan dengan peran Prodi Ekonomi Syariah FEBI UIN Syahada Padangsidimpuan dalam mendorong pengembangan ekonomi masyarakat berbasis prinsip syariah, termasuk melalui peningkatan pemahaman pelaku usaha terhadap aspek legalitas, kualitas produk, dan peluang pasar.
Blue Economy: Menjaga Laut, Menjaga Penghidupan
Perspektif internasional dalam kegiatan ini disampaikan oleh Mr. Asif Iqbal Siddiqui, Ph.D., MBA, MSS, Director ESG & Sustainability Circular Economics Pte Ltd. dari Curtin University.
Ia memaparkan konsep blue economy yang menekankan pentingnya pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan. Menurut perspektif ini, pengembangan ekonomi pesisir perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian ekosistem laut.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah pengelolaan sampah pesisir. Pencemaran laut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi rantai pasok perikanan, kesehatan ekosistem, dan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sumber daya laut.
Bagi Prodi Ekonomi Syariah FEBI UIN Syahada, pendekatan blue economy memperluas pemahaman bahwa pembangunan ekonomi harus mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan manusia, keberlanjutan alam, dan tanggung jawab sosial.
Belajar dari Realitas Ekonomi Masyarakat Pantai Sine
Diskusi semakin menarik ketika peserta berinteraksi dengan Mbah Nono, perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Sine, bersama masyarakat sekitar. Ia menyampaikan sejumlah kondisi nyata yang dihadapi masyarakat pesisir.
Salah satu persoalan yang dibahas adalah pergeseran profesi sebagian nelayan menjadi pedagang seiring berkembangnya sektor pariwisata. Pergeseran tersebut tidak terlepas dari ketidakpastian pendapatan melaut dan tingginya biaya operasional. Dalam diskusi disebutkan bahwa sekali melaut membutuhkan biaya minimal sekitar Rp200.000, tanpa adanya kepastian hasil tangkapan.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan profesi nelayan. Apabila semakin banyak generasi muda meninggalkan pekerjaan melaut, terdapat kemungkinan pengetahuan dan keterampilan tradisional dalam mencari ikan semakin berkurang. Karena itu, pengembangan ekonomi pesisir perlu dirancang agar sektor perikanan, perdagangan, dan pariwisata dapat berkembang secara seimbang.
Persoalan lain yang disampaikan adalah sampah kiriman yang terbawa aliran Sungai Niyama menuju kawasan pantai. Meskipun Pokdarwis telah menjalankan pemilahan sampah dan kegiatan bersih pantai secara rutin setiap bulan, persoalan sampah dari luar kawasan masih menjadi tantangan yang membutuhkan kerja sama lintas pihak.
Mendorong PkM yang Berkelanjutan
Diskusi mengenai literasi keuangan juga memperlihatkan bahwa sebagian masyarakat masih menghadapi kesulitan dalam membangun kebiasaan menabung. Dalam percakapan bersama warga, muncul gambaran bahwa menabung belum selalu mudah dilakukan, sementara kebutuhan untuk meminjam atau berutang dianggap lebih dekat dengan kondisi sehari-hari.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa edukasi keuangan tidak cukup hanya disampaikan secara teoritis. Masyarakat membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan, bahasa yang mudah dipahami, serta contoh pengelolaan keuangan yang sesuai dengan pola pendapatan dan kebutuhan mereka.
Melalui keterlibatan dalam kegiatan ini, Sry Lestari, M.E., bersama tim dosen Prodi Ekonomi Syariah FEBI UIN Syahada Padangsidimpuan diharapkan dapat terus memperkuat kontribusi akademik dalam pengembangan model pengabdian yang menyentuh persoalan riil masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk membangun pertukaran pengetahuan antarakademisi, memperluas jejaring kerja sama, serta merumuskan gagasan pengabdian lanjutan yang mengintegrasikan literasi keuangan syariah, penguatan UMKM halal, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan pesisir.
Dengan demikian, PkM internasional ini tidak hanya menjadi forum berbagi ilmu, tetapi juga bagian dari upaya membangun ketahanan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan. Bagi FEBI UIN Syahada Padangsidimpuan, kegiatan tersebut mempertegas komitmen untuk menghadirkan pendidikan dan pengabdian yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta berlandaskan nilai-nilai ekonomi Islam.

