Bedah Buku Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam, FEBI UIN SYAHADA Dorong Penguatan Literasi Ekonomi Islam

Padangsidimpuan, 23 September 2026 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN SYAHADA) Padangsidimpuan menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku “Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam” pada Rabu, 23 September 2026, bertempat di Aula Perpustakaan UIN SYAHADA Padangsidimpuan.

Kegiatan ini menjadi salah satu ruang akademik bagi dosen, mahasiswa, dan peserta untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan pemikiran ekonomi Islam dari masa ke masa. Melalui kegiatan bedah buku, peserta tidak hanya diajak memahami isi buku, tetapi juga melihat bagaimana gagasan-gagasan ekonomi Islam berkembang dan tetap relevan dalam menjawab berbagai persoalan ekonomi di tengah perubahan zaman.

Kegiatan menghadirkan Dr. Sarmiana Batubara, M.A. sebagai narasumber. Beliau merupakan Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan FEBI UIN SYAHADA Padangsidimpuan. Sementara itu, Sry Lestari, M.E.I. hadir sebagai pembahas yang memberikan perspektif akademik terhadap materi dan gagasan yang dibahas dalam buku. Jalannya kegiatan dipandu oleh Hamni Fadillah, M.Pd. selaku moderator.

Dalam pemaparannya, Dr. Sarmiana Batubara mengajak peserta untuk melihat sejarah pemikiran ekonomi Islam secara lebih luas. Pemikiran ekonomi Islam tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan berkembang melalui kontribusi para ulama dan pemikir Muslim yang memberikan perhatian terhadap persoalan perdagangan, kepemilikan, keadilan, distribusi kekayaan, aktivitas pasar, hingga kesejahteraan masyarakat.

Pembahasan sejarah tersebut penting karena memberikan gambaran bahwa ekonomi Islam memiliki perjalanan intelektual yang panjang. Berbagai gagasan yang berkembang pada masa lalu dapat menjadi bahan refleksi dalam memahami persoalan ekonomi kontemporer, sekaligus memperkaya perspektif akademik dalam pengembangan ilmu ekonomi dan bisnis Islam.

Sementara itu, Sry Lestari selaku pembahas memberikan pandangan kritis dan akademik terhadap isi buku. Diskusi diarahkan agar peserta tidak hanya membaca sejarah sebagai rangkaian peristiwa masa lalu, tetapi juga mampu memahami nilai, gagasan, dan pemikiran yang dapat dikaji kembali dalam konteks kehidupan ekonomi saat ini.

“Bedah buku ini menjadi ruang untuk membangun budaya membaca, berdiskusi, dan berpikir kritis di lingkungan akademik. Sejarah pemikiran ekonomi Islam penting dipahami agar generasi akademik memiliki landasan yang kuat dalam melihat perkembangan ekonomi Islam masa kini,” demikian substansi yang mengemuka dalam diskusi.

Kegiatan berlangsung secara interaktif. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, tanggapan, dan pandangan terhadap materi yang disampaikan oleh narasumber maupun pembahas. Interaksi tersebut menjadikan kegiatan tidak sekadar sebagai forum penyampaian materi, tetapi juga sebagai ruang pertukaran gagasan antara pemateri dan peserta.

Bagi FEBI UIN SYAHADA Padangsidimpuan, kegiatan bedah buku memiliki arti penting dalam mendukung pengembangan budaya akademik. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga bagaimana seseorang mampu memahami, menganalisis, mendiskusikan, dan menghubungkan suatu gagasan dengan realitas yang berkembang di masyarakat.

Melalui kegiatan seperti ini, FEBI UIN SYAHADA terus mendorong terciptanya lingkungan akademik yang aktif dan produktif. Kajian terhadap sejarah pemikiran ekonomi Islam diharapkan dapat memberikan bekal keilmuan bagi mahasiswa dan sivitas akademika untuk memahami ekonomi Islam secara lebih mendalam, sekaligus membuka ruang bagi lahirnya gagasan-gagasan baru yang relevan dengan tantangan ekonomi masa kini.

Kegiatan Bedah Buku “Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam” akhirnya tidak hanya menjadi forum untuk membahas sebuah buku, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan tradisi literasi, memperkuat diskursus keilmuan, serta menumbuhkan budaya berpikir kritis di lingkungan FEBI UIN SYAHADA Padangsidimpuan.