FEBI UIN SYAHADA Hadir di Forum Keuangan Syariah Internasional ICIFBE 2026

Padangsidimpuan, 23 September 2026 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan turut mengambil bagian dalam International Conference on Islamic Finance and Banking Education (ICIFBE) 2026 yang diselenggarakan di Hotel Jayakarta Senggigi, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 17–18 September 2026.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh FEBI UIN Mataram bersama Asosiasi Program Studi Keuangan dan Perbankan Syariah Indonesia (APSKPS). Berdasarkan publikasi resmi FEBI UIN Mataram, ICIFBE 2026 mengangkat tema “Sustainable Growth of Halal Startups: The Synergy of Islamic Finance, Circular Economy, and Global Market Opportunities.” Tema ini mengangkat keterkaitan antara keuangan syariah, ekonomi sirkular, pengembangan startup halal, serta peluang pasar global.

Forum internasional tersebut mempertemukan akademisi dan sivitas akademika dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dan beberapa negara. Kegiatan ini menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai perkembangan pendidikan keuangan dan perbankan syariah, sekaligus membahas tantangan dan peluang pengembangan ekosistem ekonomi halal yang berkelanjutan.

Pimpinan UIN Mataram Buka Konferensi

Rangkaian kegiatan ICIFBE 2026 diisi dengan opening speech Prof. Dr. Baiq El Badriati, M.E.I., Dekan FEBI UIN Mataram, serta Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., Rektor UIN Mataram. Kehadiran pimpinan universitas dan fakultas tersebut menjadi bagian dari pembukaan forum akademik yang mempertemukan berbagai institusi pendidikan tinggi yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Sementara itu, sesi keynote speaker menghadirkan akademisi dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Para pembicara yang tercantum dalam agenda konferensi meliputi Assoc. Prof. Dr. Narong Hassane dari Universitas Fatani, Thailand; Dr. Hainnuraqma Rahim dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia; Dr. Hanim Misbah dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM); Ferri Alfadri, M.E. dari UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan; serta Siti Kadariah, M.E. dari Universitas Potensi Utama.

Ferri Alfadri M.E. Mewakili UIN SYAHADA

Salah satu bagian penting dari keterlibatan UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan dalam kegiatan tersebut adalah hadirnya Ferri Alfadri, M.E. sebagai salah satu keynote speaker.

Keterlibatan Ferri Alfadri dalam forum internasional ini menempatkan UIN SYAHADA Padangsidimpuan dalam ruang akademik yang mempertemukan pemikiran dan pengalaman dari berbagai perguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan keuangan dan perbankan syariah.

Partisipasi tersebut juga menjadi ruang untuk berbagi perspektif akademik mengenai perkembangan keuangan syariah sekaligus membangun komunikasi dan jejaring dengan akademisi dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Forum seperti ICIFBE memiliki relevansi dengan perkembangan pendidikan tinggi, khususnya karena bidang keuangan dan perbankan syariah terus bersinggungan dengan isu-isu baru seperti digitalisasi, inovasi keuangan, kewirausahaan, industri halal, ekonomi sirkular, keberlanjutan, dan perkembangan pasar global.

Membuka Ruang Pertukaran Pengetahuan Lintas Negara

Kehadiran akademisi dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand memberikan ruang bagi peserta untuk melihat perkembangan keuangan dan perbankan syariah dari berbagai perspektif.

Pertukaran gagasan lintas negara menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan pendidikan tinggi karena dapat membuka peluang kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kapasitas akademik.

Dalam konteks pendidikan ekonomi dan keuangan syariah, perkembangan industri halal dan transformasi digital juga menuntut perguruan tinggi untuk terus memperbarui wawasan serta menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia usaha.

Karena itu, forum akademik internasional tidak hanya menjadi tempat penyampaian gagasan, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk mendiskusikan perkembangan kurikulum, riset, inovasi pembelajaran, serta berbagai isu yang berkembang dalam industri keuangan syariah.

Relevansi bagi Pengembangan Pendidikan Keuangan Syariah

Tema ICIFBE 2026 mengenai pertumbuhan startup halal berkelanjutan memiliki keterkaitan dengan perkembangan ekonomi Islam kontemporer. Startup halal tidak hanya membutuhkan akses pembiayaan, tetapi juga memerlukan inovasi, tata kelola usaha, pemanfaatan teknologi, efisiensi sumber daya, dan kemampuan membaca peluang pasar.

Pembahasan mengenai ekonomi sirkular juga memperluas perspektif pendidikan keuangan syariah. Aspek keberlanjutan semakin berkaitan dengan bagaimana kegiatan ekonomi dirancang agar mampu memberikan nilai tambah secara ekonomi sekaligus memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.

Bagi perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan ekonomi dan keuangan syariah, dinamika tersebut menjadi tantangan sekaligus ruang pengembangan akademik. Mahasiswa tidak hanya membutuhkan pemahaman mengenai teori ekonomi dan keuangan syariah, tetapi juga perlu memiliki wawasan mengenai digitalisasi, kewirausahaan, inovasi bisnis, industri halal, sustainability, dan pasar global.

Memperluas Jejaring Akademik UIN SYAHADA

Keikutsertaan Ferri Alfadri sebagai keynote speaker dalam ICIFBE 2026 menjadi bagian dari aktivitas akademik UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan dalam memperluas jejaring keilmuan dan hubungan kelembagaan di tingkat internasional.

Keterlibatan dalam forum yang menghadirkan akademisi dari berbagai negara memberikan kesempatan bagi perguruan tinggi untuk memperluas ruang dialog akademik serta menjajaki berbagai bentuk kolaborasi pada masa mendatang.

Selain konferensi internasional, rangkaian kegiatan APSKPS di UIN Mataram juga mencakup agenda diseminasi riset dan pengabdian kepada masyarakat. FEBI UIN Mataram menyebut kegiatan tersebut sebagai ruang bagi dosen untuk menyebarluaskan hasil penelitian dan pengalaman pengabdian sekaligus memperoleh masukan serta membuka peluang kolaborasi.

Dengan demikian, ICIFBE 2026 tidak hanya menjadi forum pertemuan akademisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun konektivitas antara perguruan tinggi, pengembangan keilmuan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan dinamika industri keuangan syariah.

Mendorong Kolaborasi Akademik Berkelanjutan

Melalui keterlibatan dalam ICIFBE 2026, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan terus membuka ruang bagi pengembangan jejaring akademik dengan berbagai perguruan tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan pendidikan keuangan dan perbankan syariah membutuhkan keterhubungan antara pendidikan, penelitian, inovasi, industri halal, dan perkembangan ekonomi global.

Ke depan, jejaring yang terbentuk melalui forum akademik seperti ICIFBE dapat menjadi ruang untuk mengembangkan berbagai bentuk kerja sama, termasuk kolaborasi penelitian, publikasi ilmiah, pengembangan pembelajaran, pertukaran pengetahuan, pengabdian kepada masyarakat, serta kegiatan akademik internasional lainnya.

Bagi UIN SYAHADA Padangsidimpuan, partisipasi dalam forum internasional tersebut menjadi bagian dari kontribusi sivitas akademika dalam memperluas ruang keilmuan ekonomi dan keuangan syariah sekaligus membangun konektivitas akademik dengan perguruan tinggi di kawasan regional.

Dengan mengusung semangat kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan, ICIFBE 2026 menjadi salah satu ruang akademik yang mempertemukan berbagai perspektif mengenai masa depan pendidikan keuangan dan perbankan syariah serta perkembangan ekosistem halal di tengah dinamika ekonomi global.