Mahasiswa FEBI Lolos Seleksi Ketat Pelatihan Dukungan Psikososial KRESNA HIMPSI dan BSI Maslahat di Aceh Tamiang
Padangsidimpuan 11 Februari 2026 – Komitmen dalam memperkuat kapasitas relawan kebencanaan terus diwujudkan melalui kolaborasi strategis antara BSI Maslahat dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) melalui KRESNA HIMPSI. Pada tanggal 9–10 Januari 2026, kedua lembaga tersebut sukses menyelenggarakan Pelatihan Dukungan Psikososial bagi Relawan Bencana Sumatra–Aceh yang bertempat di Kampung Landuh dan Paya Perang, Kabupaten Aceh Tamiang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kompetensi relawan dalam memberikan pendampingan psikososial kepada masyarakat terdampak bencana. Wilayah Sumatra dan Aceh yang kerap menghadapi berbagai potensi bencana alam membutuhkan relawan yang tidak hanya sigap secara fisik, tetapi juga memiliki kemampuan dalam memberikan dukungan mental dan emosional kepada korban.
Antusiasme terhadap pelatihan ini sangat tinggi. Tercatat sekitar ±700 orang dari berbagai latar belakang mendaftarkan diri untuk mengikuti kegiatan tersebut. Namun, setelah melalui proses seleksi administrasi dan penilaian kelayakan yang ketat, hanya 16 orang yang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti pelatihan intensif selama dua hari tersebut. Seleksi yang kompetitif ini menunjukkan bahwa peserta yang terpilih merupakan individu-individu terbaik yang dinilai memiliki komitmen, kapasitas, serta kesiapan untuk terjun sebagai relawan psikososial.
Alhamdulillah, salah satu peserta yang berhasil lolos adalah Ahmad Rianto Lubis, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN SYAHADA Padangsidimpuan. Keberhasilannya menjadi salah satu dari 16 peserta terpilih merupakan prestasi yang membanggakan, tidak hanya bagi dirinya secara pribadi, tetapi juga bagi keluarga besar UIN SYAHADA, khususnya FEBI.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi penting terkait dukungan psikososial, mulai dari konsep dasar trauma healing, teknik psychological first aid (PFA), komunikasi empatik, manajemen stres pada korban bencana, hingga simulasi pendampingan di lapangan. Kegiatan ini juga menghadirkan para praktisi dan psikolog profesional dari HIMPSI yang telah berpengalaman dalam penanganan korban bencana di berbagai wilayah Indonesia.
Selain pemaparan materi, peserta juga dilibatkan dalam diskusi kelompok, studi kasus, serta praktik langsung yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan aplikatif. Dengan pendekatan yang komprehensif tersebut, diharapkan para relawan mampu memberikan pendampingan yang tepat, sensitif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
Kehadiran BSI Maslahat dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian lembaga terhadap aspek kemanusiaan dan pembangunan kapasitas sumber daya manusia. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat sinergi antara lembaga filantropi dan organisasi profesi, tetapi juga memperluas dampak sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Atas capaian tersebut, jajaran pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN SYAHADA Padangsidimpuan menyampaikan apresiasi dan rasa bangga. Dekan FEBI, Bapak Prof. Dr. Darwis Harahap, M.Si., bersama seluruh jajaran pimpinan FEBI, memberikan dukungan penuh serta penghargaan atas keberhasilan Ahmad Rianto Lubis dalam mengikuti pelatihan tersebut. Beliau berharap partisipasi ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pengabdian masyarakat.
Menurut pihak fakultas, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan lintas disiplin seperti ini menunjukkan bahwa mahasiswa FEBI tidak hanya unggul dalam bidang akademik ekonomi dan bisnis Islam, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat kemanusiaan yang tinggi. Hal ini sejalan dengan visi UIN SYAHADA dalam mencetak lulusan yang berintegritas, berdaya saing, serta memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.
Keberhasilan Ahmad Rianto Lubis menjadi bukti bahwa mahasiswa daerah mampu bersaing di tingkat regional dan turut ambil bagian dalam agenda kemanusiaan berskala luas. Diharapkan, setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta dapat mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh dalam berbagai kegiatan kebencanaan di wilayah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, BSI Maslahat dan HIMPSI berharap dapat membentuk jaringan relawan psikososial yang solid dan terlatih di wilayah Sumatra–Aceh. Dengan semakin banyaknya relawan yang memiliki kompetensi dukungan psikososial, diharapkan proses pemulihan korban bencana dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan manusiawi.
Semoga sinergi antara lembaga, akademisi, dan relawan ini terus berlanjut serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, khususnya dalam membangun ketangguhan dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.



