Implementasi Nilai Ekosentris dan Sustainability, Mahasiswa FEBI UIN Syahada Raih Tiga Penghargaan di National Business Plan 2026
Padangsidimpuan, 5 Oktober 2026 — Tiga mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN Syahada) Padangsidimpuan berhasil mengharumkan nama almamater dalam ajang National Business Plan Competition Piala Himasekta Universitas Andalas 2026. Kompetisi tingkat nasional tersebut mengusung tema “Innovative Business for Sustainable Future: Membangun Solusi Bisnis Kreatif dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Ketiga mahasiswa yang mewakili FEBI UIN Syahada tersebut terdiri dari
Rizky Ramadhan Daulae (2340400063) Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS)
Firmansyah Siregar (2440400043) Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS)
Nico (2540600033) Program Studi Akuntansi Syariah.
Kompetisi ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan bisnis yang inovatif, kreatif, memiliki nilai ekonomi, sekaligus memberikan dampak sosial dan lingkungan. Rangkaian kompetisi diawali dengan seleksi Business Model Canvas (BMC), kemudian dilanjutkan dengan seleksi proposal bisnis hingga tahap final.
Ajang tersebut diikuti berbagai perguruan tinggi dari sejumlah daerah di Indonesia, di antaranya Universitas Andalas, Universitas Sriwijaya, Universitas Brawijaya, Universitas Jambi, Universitas Tidar, Universitas Bengkulu, IPB University, President University, Universitas Negeri Semarang, Universitas Sebelas Maret, Universitas Syiah Kuala, dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, serta perguruan tinggi lainnya.
Rangkaian kegiatan pembukaan dan babak presentasi berlangsung pada Jumat, 25 September 2026. Para peserta kemudian mengikuti kegiatan field trip ke sejumlah destinasi di Sumatera Barat, di antaranya Museum Bustanil Arifin dan Jam Gadang di Bukittinggi. Puncak kegiatan dilaksanakan melalui Awarding Ceremony pada Minggu, 27 September 2026.
Dalam ajang tersebut, delegasi FEBI UIN Syahada berhasil membawa pulang tiga penghargaan, yaitu Juara Harapan III, Silver Medal, dan Best Product Showcase Award.
Keripik Salak: Mengangkat Potensi Lokal dengan Prinsip Ekonomi Islam
Dalam kompetisi ini, tim mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah mengusung gagasan bisnis “Keripik Salak: Hilirisasi Buah Salak demi Pemberdayaan Petani Salak Lokal Kota Padangsidimpuan.”
Gagasan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga mengintegrasikan prinsip keberlanjutan (sustainability) dan nilai ekosentris, dengan menjadikan potensi sumber daya lokal sebagai bagian dari pengembangan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Konsep bisnis yang ditawarkan mencakup analisis peluang pasar, strategi pemasaran, perencanaan operasional, kebutuhan modal, proyeksi keuangan, hingga manajemen risiko usaha. Pada saat yang sama, gagasan tersebut juga mengedepankan nilai-nilai ekonomi Islam, seperti kejujuran, keadilan, tanggung jawab sosial, kemanfaatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui hilirisasi buah salak, mahasiswa berupaya menghadirkan nilai tambah terhadap komoditas lokal Kota Padangsidimpuan. Produk tersebut diharapkan dapat membuka peluang pengembangan UMKM, memperluas pasar produk lokal, sekaligus memberikan dampak positif terhadap petani salak.
Ketua tim, Rizky Ramadhan Daulae, menyampaikan bahwa kompetisi tersebut memberikan pengalaman penting dalam mengembangkan ide bisnis secara lebih terukur dan realistis.
“Kompetisi ini mengajarkan kami bahwa sebuah ide usaha harus didukung oleh riset pasar, perhitungan biaya yang realistis, strategi pemasaran yang tepat, dan komitmen terhadap nilai-nilai syariah. Kami ingin menghadirkan bisnis yang tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga memberi manfaat bagi petani salak, UMKM, dan konsumen, khususnya di daerah Kota Padangsidimpuan.”
Dekan FEBI Apresiasi Prestasi Mahasiswa
Dekan FEBI UIN Syahada Padangsidimpuan, Prof. Dr. H. Fatahuddin Aziz Siregar, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada ketiga mahasiswa yang telah membawa nama FEBI UIN Syahada pada kompetisi tingkat nasional tersebut.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan bukti bahwa mahasiswa FEBI memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan keilmuan, kreativitas, kewirausahaan, nilai-nilai Islam, serta kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Dekan juga memberikan apresiasi kepada
Kaprodi Manajemen Bisnis Syariah, Annida Karima Sovia, M.M.,
Kaprodi Akutansi Syariah, Nando Farizal, M. E,
atas dukungan dan pembinaan terhadap mahasiswa sehingga mampu berkompetisi pada tingkat nasional.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi FEBI UIN Syahada. Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu melahirkan gagasan yang solutif, inovatif, memiliki nilai ekonomi dan sosial, serta relevan dengan tantangan masa depan. Gagasan hilirisasi salak ini merupakan contoh bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi peluang bisnis yang berkelanjutan dan berlandaskan nilai-nilai Islam,” ujar Dekan.
Prof. Fatahuddin juga menyampaikan penghargaan khusus kepada Rizky Ramadhan Daulae, Firmansyah Siregar, dan Nico atas kerja keras, kreativitas, serta keberanian mereka membawa gagasan FEBI UIN Syahada ke panggung kompetisi nasional.
Prestasi sebagai Implementasi Ekosentris dan Sustainability
Capaian mahasiswa FEBI UIN Syahada dalam National Business Plan Competition 2026 tidak hanya menjadi sebuah prestasi kompetisi, tetapi juga merefleksikan implementasi nilai akademik yang menempatkan manusia, ekonomi, masyarakat, dan lingkungan dalam satu kesatuan yang berkelanjutan.
Melalui gagasan bisnis berbasis potensi lokal, mahasiswa didorong untuk tidak hanya berpikir tentang bagaimana menciptakan keuntungan, tetapi juga bagaimana membangun ekosistem usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat, memberdayakan pelaku ekonomi lokal, menjaga keberlanjutan sumber daya, dan menciptakan nilai tambah bagi daerah.
Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen FEBI UIN Syahada untuk melahirkan mahasiswa yang kompetitif, kreatif, berjiwa entrepreneur, berintegritas, dan mampu menghadirkan solusi ekonomi yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

