Digitalisasi Aspirasi Mahasiswa: FEBI UIN SYAHADA Hadirkan Layanan Aduan Berbasis Barcode dan Google Form
Padangsidimpuan melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan akademik dan administrasi di lingkungan kampus. Salah satu langkah inovatif yang kini mulai diterapkan adalah hadirnya layanan aduan mahasiswa berbasis digital melalui barcode dan Google Form sebagai media penyampaian aspirasi, kritik, serta saran dari mahasiswa kepada pihak fakultas.

Program digitalisasi layanan aduan ini digagas oleh Kepala Bagian Tata Usaha (KABAG TU) FEBI, Maharuddin Siregar, M.Si., sebagai upaya meningkatkan sistem pelayanan fakultas yang lebih modern, efektif, dan berbasis teknologi digital. Inovasi tersebut dihadirkan untuk mempermudah mahasiswa dalam menyampaikan berbagai kendala administrasi maupun akademik secara cepat dan terstruktur.
Menurut Maharuddin Siregar, penerapan layanan berbasis digital merupakan bagian dari transformasi pelayanan publik di lingkungan perguruan tinggi yang harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan kebutuhan mahasiswa saat ini.
“Kami ingin menciptakan pelayanan yang lebih responsif, efisien, dan mudah diakses oleh seluruh mahasiswa. Melalui barcode dan Google Form ini, mahasiswa tidak perlu lagi mengalami kesulitan dalam menyampaikan aduan maupun aspirasi terkait pelayanan fakultas,” ujarnya.
Barcode layanan aduan telah ditempatkan di sejumlah titik strategis di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Mahasiswa cukup memindai barcode menggunakan telepon genggam untuk langsung terhubung ke Google Form yang telah disediakan pihak fakultas. Dalam formulir tersebut, mahasiswa dapat mengisi identitas, jenis aduan, kritik, saran, serta kendala yang dialami selama proses administrasi dan kegiatan akademik berlangsung.
Beberapa persoalan yang menjadi fokus layanan aduan meliputi pelayanan surat-menyurat, keterlambatan administrasi akademik, informasi perkuliahan, jadwal kuliah, pelayanan bimbingan akademik, hingga efektivitas komunikasi antara mahasiswa dan pihak fakultas. Dengan adanya sistem digitalisasi ini, setiap laporan mahasiswa dapat terdokumentasi dengan baik sehingga memudahkan proses evaluasi dan tindak lanjut secara berkala.
Pihak fakultas menilai bahwa mahasiswa merupakan bagian penting dalam pengembangan mutu pendidikan. Oleh sebab itu, kritik dan saran yang disampaikan mahasiswa dipandang sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan fakultas, bukan sekadar keluhan semata. Sistem aduan berbasis digital ini diharapkan mampu membangun budaya komunikasi yang lebih terbuka, transparan, dan konstruktif di lingkungan akademik.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Prof. Dr. H. Fatahuddin Aziz Siregar, M.Ag turut memberikan apresiasi atas inovasi layanan digital yang diinisiasi oleh bagian tata usaha tersebut. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk nyata komitmen fakultas dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada mahasiswa sekaligus mendukung transformasi digital di lingkungan kampus.
“Kami sangat mengapresiasi gagasan dan langkah yang dilakukan oleh KABAG TU beserta seluruh tim dalam menghadirkan layanan aduan berbasis digital ini. Inovasi seperti ini sangat penting untuk mendukung terciptanya pelayanan akademik dan administrasi yang unggul, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ungkapnya.
Beliau juga menambahkan bahwa pelayanan yang baik merupakan salah satu indikator penting dalam membangun kepercayaan mahasiswa terhadap institusi pendidikan. Oleh karena itu, FEBI UIN SYAHADA akan terus melakukan pembenahan dan pengembangan sistem pelayanan agar mampu memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi seluruh civitas akademika.
Mahasiswa FEBI sendiri menyambut positif hadirnya layanan aduan digital tersebut. Mereka menilai penggunaan barcode dan Google Form menjadi solusi praktis yang memudahkan penyampaian aspirasi secara efisien dan modern. Selain meningkatkan akses komunikasi, sistem ini juga diharapkan mampu mempercepat proses evaluasi pelayanan di lingkungan fakultas.
Salah satu mahasiswa FEBI menyampaikan bahwa inovasi tersebut menjadi langkah maju dalam menciptakan pelayanan kampus yang lebih terbuka dan responsif. “Kami berharap setiap aduan yang disampaikan benar-benar diperhatikan dan ditindaklanjuti. Dengan adanya sistem ini, mahasiswa merasa lebih mudah untuk menyampaikan masukan demi kemajuan fakultas,” katanya.
Selain sebagai sarana penyampaian aduan, program ini juga diharapkan menjadi media evaluasi berkelanjutan bagi fakultas dalam meningkatkan mutu pelayanan publik di lingkungan perguruan tinggi. Data dan masukan yang terkumpul nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan serta pembenahan sistem administrasi dan akademik ke depannya.
Dengan hadirnya layanan aduan berbasis barcode dan Google Form ini, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN SYAHADA Padangsidimpuan berharap mampu menciptakan tata kelola administrasi yang unggul, profesional, transparan, dan berdaya saing. Inovasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa transformasi digital di lingkungan pendidikan dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat sinergi antara mahasiswa dengan pihak fakultas demi terwujudnya lingkungan akademik yang lebih maju dan berkualitas.